banner 1

Rabu, 20 Juli 2011

Pulau Sempu, Wisata Alam Nan Eksotis



Segara Anakan (Mustofa/mercusuaronline)
Segara Anakan (Mustofa/mercusuaronline)
Segara Anakan (Mustofa/mercusuaronline)
Mercusuaronline.com – Jakarta.  Barangkali anda pernah terpesona melihat pesona alam yang sempat direkam dalam film The Beach yang dibintangi Leonardo Di Caprio. Asal tahu saja, film The Beach itu mengambil lokasi di Pulau Phi Phi Thailand. Tebing-tebing dan laut dangkal berwarna kehijauan di pulau Phi-phi begitu indah dan menawan, terletak di perairan laut Andaman.
Nah, tanpa perlu jauh-jauh ke Thailand  untuk menikmati itu, kita cukup menuju surga wisata alam di Malang Selatan yang tak kalah menawan dibanding Pulau Phi-Phi. Oase alam itu terletak jauh di pedalaman Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, persis berada di seberang Pantai Sendang Biru. Tempat itu bernama Pulau Sempu.
Pulau ini menyimpan keindahan alami, dengan perjuangan dan tantangan seru untuk bisa menikmatinya. Sebelum menyeberang ke Sempu, Anda akan disuguhi keramahan nelayan di pantai Sendang Biru. Di pantai ini, bisa berjalan-jalan sepanjang hamparan pasir putih, melihat aktivitas nelayan atau ke tempat pelelangan ikan.
Untuk masuk ke Sempu, Anda harus mendapatkan izin dari pengelola karena pulau ini adalah sebuah cagar alam yang dilindungi. Sangat disayangkan bukan, jika pulau yang cantik ini sampai rusak oleh tangan-tangan pengunjung tak bertanggung jawab. Setelah mendapat izin, kita bisa menyewa perahu untuk menyeberang ke Pulau Sempu, satu  perahu bias memuat sampai 10 orang, dan dikenakan biaya 100 ribu untuk antar jemput. Kita akan diantarkan sampai ke Teluk Semut yang ada di sisi utara pulau.
Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menembus hutan tropis dataran  rendah.Pengunjung harus melewati medan cukup sulit hingga bersudut kemiringan 60 derajat. Yang paling menantang tentu saja saat melewati jembatan dari pohon rubuh yang terbentang di atas sungai alam. Apabila beruntung, bisa menjumpai gerombolan monyet liar bergelantungan di atap hutan. Suara burung hutan pun ikut menyemarakkan perjalanan ini . Dua jam  kemudian aroma pantai sudah menyergap, ketika perairan Segara Anakan sudah terlihat begitu hutan tropis berakhir.Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menembus hutan tropis dataran rendah.
Samudera Hindia (Mustofa/mercusuaronline)Samudera Hindia (Mustofa/mercusuaronline)
Segara Anakan adalah satu pantai kecil yang berpasir putih. Tak ada satupun hunian ditempat itu, sehingga jika ingin menginap harus membawa tenda dan peralatan petualangan lainnya. Air Danau Segara Anakan sebenarnya berasal dari air Laut Samudera Hindia. Air itu masuk melalui lubang bulat besar di tebing bagian tenggara. Sehingga saat ombak masuk, air akan terlihat begitu indah bak semburan sang naga. Lamat-lamat dari pantai Segara Anakan, masih terdengar debur Samudera Hindia menghantam tebing curam di sisi selatan Pulau Sempu. Jika naik ke atas tebing di sisi Segara Anakan, bakal terlihat hamparan Samudera Hindia yang amat luas. (Mstf)


Dimuat di www.mercusuaronline.com tanggal 1 Juni 2011

Sadranan Yang Menawan


(Mustofa/Mercusuaronline)
(Mustofa/Mercusuaronline)
“Mau wisata pantai di Yogja, pergilah ke Parang Tritis”
.

Mungkin perkataan itu sering kita dengar apabila berkunjung ke propinsi D.I Yogyakarta. Wisata pantai yang paling terkenal memang Pantai Parang Tritis yang mempunyai jarak tempuh sekitar 45 menit perjalanan dari kota Yogjakarta. Padahal masih banyak wisata pantai di propinsi ini yang lebih bagus dari pantai Parang Tritis. Salah satunya adalah Pantai Sadranan.
Sadranan adalah pantai eksotis yang ditawarkan oleh Gunung Kidul. Kabupaten yang berada di bagian paling timur Propinsi DIY ini memang terkenal akan pantai-pantai pasir putihnya yang tak kalah menarik dibanding pantai-pantai sejenis yang ada di Bali. Sebut saja pantai Krakal, Kukup, Baron, Sundak, dan tentu saja Sadranan. Pantai Sadranan berasal dari kata seduluran/ persaudaraan dan merupakan upacara adat jawa yg biasa dilakukan pada bulan Syaban. Sehingga pantai ini ramai pada bulan syaban untuk melakukan Upacara Sadranan.
Pantai Sadranan terletak sekitar 0,5 km di sebelah timur Pantai Krakal. Jika ditempuh dari Yogyakarta, akan
(Mustofa/Mercusuaronline)
(Mustofa/Mercusuaronline)
memakan waktu sekitar 2 jam. Jarang angkutan umum yang menuju kesana, jadi sangat dianjurkan untuk menggunakan kendaraan pribadi. Selepas meninggalkan Yogja, kita akan disuguhi jalan berkelok-kelok lumayan tajam, jadi harus hati-hati. Tapi setelah sekitar 30km jalanan kelak-kelok itu, jalan menjadi cenderung datar. Untuk masuk ke area pantai hanya dikenakan biaya retribusi sebesar 3 ribu rupiah. Pantai Sadranan ini juga agak tersembunyi, kita harus melewati jalan sempit berbatu dulu untuk mencapai pantai. Begitu juga dengan papan petunjuk lokasi pantai yang sangat kecil , jadi harus pasang mata baik-baik agar tidak terlewat.
Salah satu keistimewaan dari Pantai Sadranan ini adalah pasir putihnya yang lebih putih dan bersih dibanding pantai-pantai lain di sekitarnya. Mungkin karena pantai ini memang belum banyak dikunjungi orang. Dan seperti sejumlah pantai lain di kawasan Gunung Kidul, di Pantai Sadranan juga terdapat karang-karang yang membuat ombak di pantai tersebut tergolong tenang.
Di dekat pantai juga terdapat sebuah warung. Di warung tersebut selain menyediakan makanan dan minuman terdapat kamar mandi untuk membersihkan diri setelah berenang di pantai. Warung tersebut biasa digunakan sebagai tempat untuk bersantai. Nyaman sekali untuk digunakan sebagai tempat berkumpul bersama teman-teman sambil menikmati pemandangan laut. (mustofa)

dimuat di www.mercusuaronline.com tanggal 20 Juli 2011

Senin, 18 Juli 2011

Terperangkap di Toilet Kulon Progo

Sebenernya judul diatas kurang pas.. kalo "terperangkap" itu kan gak sengaja, tapi malem itu gw sengaja memerangkapkan diri nyari tempay buat tidur.. hehehe

tanggal 16 Juli 2011 kmarin gw sama sahabat gw Mufli ( @mufloy) jalan ke kota pelajar Jogjakarta, karena semua serba mendadak, beli tiket juga gak sempet.. alhasil ketika sampe Stasiun Senen kita kehabisan tiket..
Karena gak mungkin buat nunda perjalanan sampe besok akhirnya kita berdua nekat naek kereta Kulon Progo meskipun gak megang tiket..

Akhirnya kita udah di dalem kereta.. meskipun gak lagi liburan, ternyata kereta yang menurut survey merupakan kereta terpadat setiap harinya tetep rame.. banyak juga yang gak megang tiket di atas kereta.. dan gw baru tau sistem percaloan rombongan yang cukup teroganisir dan bekerja sama dengan petugas petugas terkait.. ternyata slogan profesionalisme yang disandang PT KAI hanya sekedar slogan belaka..

kereta terus melaju dan malam pun semakin larut, karena gw udah cukup lelah buat berdiri.. gw akhirnya ikut gabung dengan 2 penumpang yang udah ngegelar koran di dalem wc.. jadi si mufli dapet tempat yang agak legaan di tempat berdiri tadi dan bisa duduk

jadilah malem itu gw duduk dan berusah tidur di dalem toilet kereta api Kulon Progo..

Sabtu, 09 Juli 2011

Selamat Pak Djohar

SELAMAT BUAT Prof. Dr. Ir. Djohar Arifin Husin

Kongres Luar Biasa PSSI yang digelar di kota Oslo alias Solo, akhirnya memilih Djohar Arifin untuk memimpin PSSI untuk kedepannya.. Sebelumnya gw gak terlalu kenal sama beliau, gw cuma tau dia pernah jadi pembicara waktu kongres The Jakmania, cuma akhirnya gw jadi penasaran pengen tau track recordnya.. langsung deh gw cari di mbah google
akhirnya gw temuin sedikit track record beliau. Beliau pernah jadi Sekjen KONI, staf ahli Menpora... dan mungkin yang bikin gw bangga dia sama kaya gw, yaitu alumni ESQ 165.. hehe


selamat pak djohar sekali lagi.. semoga Indonesia bisa bangkit kembali menjadi MACAN ASIA..
jangan peduliin segala macem intervensi pak.. semangat

 
 

Senin, 04 Juli 2011

Mandalawangi - Pangrango (Soe Hok Gie)

MANDALAWANGI PANGRANGO

Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang-jurangmu

Aku datang kembali

Kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu.

Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna

Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan

Dan aku terima kau dalam keberadaanmu

Seperti kau terima daku.

Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi

Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada

Hutanmu adalah misteri segala

Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta.

Malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi

Kau datang kembali

Dan bicara padaku tentang kehampaan semua.

“Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya

“Tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar

“Terimalah dan hadapilah.”

Dan antara ransel-ransel kosong dan api unggun yang membara

Aku terima itu semua

Melampaui batas-batas hutanmu, melampaui batas-batas jurangmu.

Aku cinta padamu Pangrango

Karena aku cinta pada keberanian hidup


Djakarta, 19-7-1966

Soe Hok Gie


Minggu, 03 Juli 2011

Gandrung Eng Tay






Pameran Fotografi Wretta Aksa

tanggal 1 dan 2 juli kmaren, UKM Wretta Aksa ngadain pameran di GKJ. Pameran itu sendiri ada karena kerjasama sama Dedi Luthan Dance Company yang ngadain sendratari Gandrung Eng Tay. jadi foto-foto yang dipamerin itu foto-foto latihan mereka. Selain ngadain pameran, anggota Wretta Aksa juga jadi tim dokumentasi sendratari yang dapet apresiasi cukup tinggi dari penonton yang dateng.
kbetulan poto gw lolos dua di pameran kali ini, jadi ngerasain deh pameran di GKJ.. hehe


Oh iya pamerannya diliat bule juga loh.. hehehe

Finnaly gw mau ngucapin makasih buat Dedi Luthan Dance Company yang udah ngasih kepercayaan ke WA, terutama buat senior gw Ka Galuh. Gw juga ngucapin makasih buat wiwit yang udah jadi kordinator buat acara ini, buat kiko yang udah ngeluarin mobil buat ngangkut frame. buat anggota Wretta Aksa yang udah jadi tim dokumentasi kaya jonet, mundri,coli, ahong, eja, uye, uci, desinta. pokonya buat semua orang yang udah ngebantu, maap kalo gak disebut, namanya juga manusia.. suka khilaf, hehe

Salam Fotografi

Rabu, 29 Juni 2011

Sawarna Penuh Warna (catper)

Untuk hunting akbar 2011 anak anak UKM Wretta Aksa rencananya bakal ke Desa Sawarna, Kec Bayah, Banten.. akhirnya dikirim lah tim survey kesana, rencana ada 4 orang, gw, jonet, ahong, sama hari
Tapi pas mau jalan survey, ternyata cuma gw sama jonet yang bisa.. akhirnya gw mutusin naek motor kesana..kita mutusin buat jalan jam 3 pagi buat ngindarin macet sama ngindarin matahari, ramayana, robinson, dan sebagainya.. hehehe

keputusan kita buat berangkat pagi bener bener tepat, jalanan lancar selancar lancarnya.. sampe bogor sempet juga ada sedikit accident.. diberintiin sama polisi kebagian, tapi karna semua lengkap, tuh polisi agak kecewa gak jadi dapet sarapan.. hehe..

Masuk jalan sukabumi, perjalanan sempet terhambat.. karena macet. Gw sempet mikir masa sih si Komo pagi2 begini udah lewat, tapi ternyata macetnya karena ada kecelakaan.. Sambil nunggu macetnya reda (emangnya ujan reda) gw sama jonet berenti dulu di masjid pinggir jalan, berhubung udah waktunya solat subuh, gw solat subuh dulu.. Abis solat subuh, perjalanan gw lanjutin lagi.. sampe di pertigaan cibadak motor gw belokin ke kanan, lewat jalur alternatif cikidang.. lewat cikidang perjalanan lebih gak berasa, karena bagusnya pemandangan, juga pemandangan anak anak SD yang pada jalan kaki buat ke sekolahnya..

Masuk pelabuhan ratu, waktu udah nunjukin jam 7, perut udah berasa laper, jadi kita sarapan bubur dulu seharga 4 ribu per porsinya. Abis makan, plus 'setoran' sebentar perjalanan gw lanjutin lagi, dari pelabuhan ratu terus ikutin jalan ke arah bayah.. kondisi jalan hampir sama kaya cikidang, bedanya pemandangan sekarang plus pemandangan laut..
Perjalanan kita lanjutin terus,sampe akhirnya kita sampe di pertigaan ciawi, kita ambil kiri menuju ke desa sawarna, kondisi jalanan di sini juga lumayan tidak bagus sekali banget.. hehe. dari pertigaan ciawi sampe desa sawarna ditempuh sekitar 20 menit..
Dan akhirnya sampe juga kita di desa sawarna jam setengah 10, jadi perjalanan sekitar 6 jam setengah plus istirahat.. survey kali ini kita menginap di tempat pa kades buat ngehemat biaya..
setelah istirahat (makan, mandi, tidur) kita lanjut buat nyari spot spot yang nantinya bakalan di potret sama anggota Wretta Aksa. Tujuan pertama adalah pantai ciantir, pantai pasir putih dengan ombak yang lumayan besar
Selanjutnya kita ke pantai tanjung layar, terus lanjut ke tanjakan caringan.. tanjakan dimna kita bisa liat keindahan pantai sawarna dari ketinggian

Kita juga searching tempay penambangan tradisioanl batubara secara tradisional, perjalanan ke tempat penambangan sekitar 1 jam dan itu dengan jalan kaki, cuma karena disana gw cuma ngambil video, jadi pic nya gak bisa gw share disini..
Sekian dulu catatan perjalanan gw, perjalanan pulang gak begitu beda sama perjalanan berangkat..

Ayo temen temen Wretta Aksa pada daftar ya hunting akbarnya :D



Selasa, 28 Juni 2011

Sawarna Penuh Warna (edisi narsis)

beberapa waktu lalu gw jalan ke ke desa sawarna...
edan dan, pantainya berasa pantai pribadi cing..
sebelum gw share catetan perjalanan gw.. gw mau nge share foto narsis gw dulu disana..
hehehehehe..
kalo gak mau liat langsung ke tanda X di pojok kanan atas aja yes... :D





Minggu, 26 Juni 2011

absen dulu

oke... ktemu lagi nih...
setelah sekian lama sekali banget gak nge blog... gue lupa blog gw
yaudah, gw bikin blog baru aja jadinya
hehehe

oke sampe ketemu di postingan saya selanjutnya :)