Ya akhirnya saya kembali ke Jogjakarta, kali ini dengan teman perjalanan yang berbeda. Kali ini saya bersama (.. ehem) pacar saya kiky :), dan 5 orang yang lain, adi, nenot, teteh, galuh, redo. Karna ini trip dadakan, kami kehabisan tiket kereta ekonomi, sehingga terpaksa harus bayar lebih untuk tiket Ekonomi AC.
Di hari pertama kunjungan Jogja saya kali ini, saya dan teman-teman ingin mencoba salah satu gua cantik yang ada di daerah Gunung Kidul. Tepatnya berada di 12 Kilometer Utara kota Wonosari. Letak administratif gua ini di Dusun Gelaran II, Desa Bejiharjo, Kecamatan kalimonggo Gunung Kidul.
Setelah cek in di hotel Karunia (0274 565057), dan motor sewaan ( Pamitran Tours 0274 6666610) kami sampai,kami langsung berangkat bersepeda motor dari jogja menuju Gua Pindul. Kami menuju alun-alun kota Wanasari (sekitar 1 stengah jam perjalanan), untuk kemudian bertemu dengan crew Wira Wisata (Budi Hardianto 085328143888/081804396631), selanjutnya kami dibimbing untuk menuju basecamp.
Dengan hanya membayar 25 ribu, kami sudah mendapat jasa pemandu, perlengkapan (ban pelampung, jaket, sepatu karet) asuransi, plus wedang jahe yang bebas diambil berkali-kali.
Dan akhirnya saatnya kami untuk menjajal cavetubing Pindul. Dua Crew dari Wira Wisata (maaf lupa namanya, sudah lumayan lama baru sempat nulis ini.. :p). Pemandu kami mulai mengatur kenyamanan susur gua, satu orang di depan menarik ban sambil menjelaskan, satu lagi menuntun kami dari belakang.
pintu masuk gua pindul
Di mulut gua kami disambut stalagtit tirai dan jenis stalagtit lainnya.Selanjutnya di tengah perjalanan ada stalagmit yang disebut “batu perkasa”, bentuknya menyerupai kelamin lelaki, konon lelaki yang menyentuh “batu perkasa” bakal “jantan” (sayang saya gak kebagian pegang batu itu.. hehe) Ditengah gua yang gelap gulita dan secercah 3 lampu senter, ada stalagtit terbesar keempat di dunia dan masih aktif hingga kini. ada pula stalagtit gong yang bila dipukul menghasilkan suara mirip gong dan membahana terpantul dinding-dinding gua. Di bagian langit-langit gua banyak ceruk-ceruk yang dibuat oleh kelelawar.
batu perkasa
Dan di akhir perjalanan ada atap lubang cahaya yang menambah kecantikan gua ini. Di tempat ini merupakan titik poin pertama terjun bebas para penyusur gua, naik ke dinding batu dan menceburkan diri dari ketinggian tiga meter. Cukup lama kami disini, untuk sekedar menguji keberanian lompat dari dinding batu itu.
full team di depan titik point untuk terjun.
pintu keluar gua pindul
Setelah selesai cavetubing Pindul, kami ditawarkan apakah mau untuk sekalian mencoba bodyrafting di kali Oya. Kami pun mengiyakan, untuk nantinya tinggal membayar lagi di basecamp setelah selesai.
perjalanan menuju kali oyo
Tidak terlalu istimewa sebenarnya bodi rafting ini, hanya ada beberapa jeram kecil saja yang cukup menguji andrenalin kita. Untungnya di tengah perjalanan, kembali nyali kita ditantang untuk naik ke atas pijakan yang sengaja dibuat ke kali oyo, dan tingginya sekitar 12 meter.
tempat untuk menguji nyali kita (tingginya sekitar 12 meter)
Setelah sekitar 1 jam bodi rafting di sungai oyo kami kembali ke basecamp, kemudian membersihkan diri dan kembali ke hotel kami di kota Jogja.
Pengeluaran hari pertama (tidak termasuk makan)
Tiket kereta Ekonomi AC Bengawan : Rp 135.000,-
Sewa Hotel Karunia Rp 90.000/2 : Rp. 45.000
Sewa Motor Rp 40.000/2 : Rp. 20.000,-
Cave goa Pindul : Rp. 25.000,-
Bodi Rafting Kali Oyo : Rp. 35.000
Tidak ada komentar:
Posting Komentar